Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2010

Parede: Masakan Ikan Asam Pedas khas Luwu ( Palopo, Luwu Timur, Luwu Utara)

Buah Patikala (Asam asli tanah Luwu)
Luwu ( Palopo, Luwu Timur, Luwu Utara)  - Di setiap budaya kuliner Nusantara, selalu saja dapat kita temukan masakan berkuah dengan citarasa asam-pedas – baik yang hanya terdiri atas sayur-mayur, maupun yang dicampur protein. Di daerah Sumatra, masakan seperti ini lazimnya disebut sebagai pindang atau asam pedas. Di bagian Timur Indonesia, masakan seperti ini dikenal dengan nama kuah asam. Tingkat kepedasan dan keasamannya berbeda-beda. Begitu juga bahan-bahan yang dipakai untuk menciptakan rasa asam.


Luwu ( Palopo, Luwu Timur, Luwu Utara) di Sulawesi juga mempunyai sajian istimewa seperti itu dengan nama parede. Bila dilihat sepintas, parede sangat mirip dengan masakan palumara yang populer di Sulawesi Selatan. Tetapi, masing-masing memiliki karakter khas yang membuatnya tetap unik. Parede maupun palumara pun sama-sama memakai protein ikan laut, seperti: ikan bandeng, kakap, lamuru, dan sebagainya. Karena kakap dan lamuru sering berukuran besar, kepala ikan dari kedua jenis ini juga populer untuk ditampilkan di meja makan sebagai parede. Bila ikannya sangat segar, rasa kuah yang dihasilkannya pun sangat segar dengan hint tipis rasa manis alamiah dari protein hewani laut.

Sabtu, 23 Oktober 2010

"DENGEN" Buah Asli Luwu Timur


buah khas Luwu Timur. enak dijadiin jus, rasanya asem2 gmn gt.. biasa ditambahin gula biar ga terlalu asem. rasanya seger bgt.
buah ini jatuh sendiri dari pohon dan sudah terbuka seperti ini, jd bkn sengaja g bukain kulitnya.

Kamis, 21 Oktober 2010

Sensasi Kuliner Khas Luwu & Buah-buahan Khas Luwu (Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur)

Dari segi kebudayaan, ada makanan khas yang disebut “kapurung”. Makanan khas yang terbuat dari sagu ini, mirip dengan papeda di Papua. Hanya saja, kapurung dibuat bulat dengan menggunakan sepasang sumpit (istilah org Palopo/Luwu ‘didui’ dan dicampur bersama kuah pedis, sayur mayur, jeruk nipis dan daging ikan, udang atau daging ayam. Makanan ini tidak perlu dikunyah, tapi langsung ditelan saja, itu sebabnya di Palopo/Luwu, orang lebih sering menyebutnya “minum kapurung”. Kalau dikunyah, justru akan terasa hambar, kesulitan, akan lengket sana sini di ruang mulut. Kapurung menjadi satu dari sekian banyak menu yang disajikan pada tiap acara-acara orang Palopo selain masih banyak pilihan menu makanan khas lainnya seperti Pocco', lawa',, parede, dan lainnya.
Kapurung, Makanan Khas Palopo Berbahan Dasar Sagu
Kapurung, Makanan Khas Palopo Berbahan Dasar Sagu

Rabu, 20 Oktober 2010

Sensasi Lawa dan Pocco ala Wotu (Khas Luwu Timur)

Di daerah Luwu, khususnya Luwu Timur ada berbagai macam kuliner nusantara yang nikmat, adapun Makanan yang tidak kalah unik adalah Lawa. Makanan ini berbahan ikan laut segar. Pembuatan maupun cara menyantapnya sangat cepat dan praktis sehingga mirip sekali dengan sushi dari Jepang. Lawa terbuat dari ikan Tembang segar. Setelah dibersihkan dan dipisahkan dari tulangnya, ikan dihancurkan dan dibuat bulat-bulat seperti bola dan dicampur dengan cuka Belanda, kelapa goreng, sambal, jeruk nipis dan sedikit penyedap rasa. Lawa yang terasa asam, gurih dan pedas siap disantap bersama sup ikan dan Dange. 

Sangat boleh nomenklatur lawa di Luwu Timur ini sama dengan lawar di Bali. Soalnya, bila melihat bentuk sajiannya, lawa dan lawar mempunyai banyak kemiripan. Lawa maupun lawar sama-sama memakai sayur, parutan kelapa, serta tambahan protein.




Secara geografis, Palopo maupun Luwu Timur sangat dekat. Keduanya berada di Sulawesi Selatan bagian Utara, dan berbagi tapal batas. Dulu Kabupaten Luwu merupakan kabupaten terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan, beribukota Palopo. Setelah pemekaran wilayah, dibelah menjadi beberapa kabupaten yaitu Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo. Berbeda lagi dengan Luwuk di Kabupaten Banggai yang masuk Provinsi Sulawesi Tengah.

Rabu, 21 Juli 2010

Kenikmatan Onde-Onde Khas Luwu Timur

Teringat Kampung Halamanku di Wotu Kabupaten Luwu Timur, dimana pada saat ingin menyambut bulan suci Ramadhan para warga mengadakan syukuran yang biasa kami sebut dengan istilah "baca-baca". Biasanya ada salah satu kue yg selalu ada pada acara syukuran itu yaitu "onde-onde" walaupun ada juga kue-kue lain seperti Bolu Peca, doko-doko, barongko dan lain-lain sebagainya.





sumber gambar : http://t1.gstatic.com


adapun bahan-bahanya adalah :
Onde-Onde bahanna iyanaritu ;

Senin, 19 Juli 2010

Sensasi Makanan Khas Daerah Wotu Sulawesi Selatan

Hari ini gag ada kuliah, makanya iseng2 buat note tentang kuliner, yg gag suka makanan mending gag usah baca, hehehehe… tp yg doyan makan silahkan di baca n jgn lupa “leave a comment”… let’s cekidot…
Provinsi Sulawesi Selatan memang terkenal dengan kekayaan kulinernya. beberapa diantaranya sudah dikenal kelezatannya oleh masyarakat luar seperti Coto Makassar, Sop Konro, ataupun Es Pisang Ijo. Namun, pengetahuan mengenai kuliner sulawasi selatan ini, belum lengkap rasanya jika belum menceritakan beberapa makanan yg sering saya cicipi di kampung sewaktu kecil dulu. saya lahir di Kecamatan Wotu kabupaten Luwu Timur. Adapun kuliner khas yang ingin saya bahas adalah



1. Barobbo
Barobbo merupakan Bubur Jagung khas masyarakat Sulawesi Selatan khususnya masyarakat di Tana Luwu (Kota Palopo, Kab. Luwu, Kab. Luwu Utara, dan Kab. Luwu Timur).
bahan utamanya adalah Jagung, Ayam (goreng dan suwir-suwir) atau udang, Bawang merah, Bawang putih, Merica, Bayam atau kangkung atau sawi, dan Daun sup.
Bisa juga diberi Pelengkap seperti Bawang goring, Cabai, ditambah jeruk nipis dan Perkedel jagung. Bahan untuk perkedel jagung adalah : Jagung, Telur 1 biji, Bawang merah, Bawang putih, Merica, Tepung 1 sendok serta Daun sup ditambah daun bawang (lebih enak lagi pakai udang).
Makanan ini biasanya disajikan jika berkumpul dengan keluarga, bisa juga pada saat berbuka puasa pada bulan ramadhan.