Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Oktober 2010

"I love You" dalam Bahasa Jepang

Tulisan ini saya ambil dari Japanese.about.com oleh Namiko Abe
Jika ada kekeliruan/kekurangan dalam penerjemahan, mohon maklum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Salah satu frase yang terkenal mungkin adalah ‘Aku mencintaimu’.
Dalam Bahasa Jepang, ‘cinta’ berarti 'ai', dan bentuk kata kerja ‘mencintai’ adalah 'ai suru'. “Saya mencintaimu dapat pula diterjemahkan sebagai ”aishite imasu”. “Aishiteru”, “aishiteru yo” atau “aishiteru wa” [gaya bicara perempuan] biasanya dipakai dalam percakapan. Walau bagaimanapun, orang Jepang tidak berbicara “saya mencintaimu” sesering yang dilakukan orang Barat dikarenakan adanya perbedaan kebudayaan. Saya tak akan terkejut bila sekalangan orang Jepang mengatakan bahwa mereka tak pernah menggunakan ekspresi semacam ini dalam hidup mereka. Orang Jepang umumnya tidak mengekspresikan perasaan cinta mereka secara terbuka. Mereka percaya bahwa cinta dapat diekspresikan melalui tingkah laku. Ketika mereka menuangkan perasaan mereka melalui kata-kata, biasanya dipilih frase “suki desu”. Ini dapat berarti, “menyukai”. “Suki da”, “suki dayo” [gaya bicara lelaki] atau “suki yo” [cara bicara perempuan] adalah ungkapan dalam pergaulan sehari-hari. Sebenarnya banyak variasi pada frase yang satu ini termasuk dialek dari suatu daerah [hogen]. ‘Suki yanen’ adalah salah satu versi dari dialek Kansai. Sejak frase ini dapat juga berarti ‘saya menyukainya’ [nya  merujuk pada suatu benda], dank arena kepopuleran dialek Kansai, frase ini dipergunakan sebagai nama produk mi sup instant [lihat gambar di bawah].

Rabu, 21 Juli 2010

Kesalah Berfikir



Apa itu fallacy? Fallacy berasal dari bahasa Yunani dan Latin yang berarti ‘sesat pikir’. Fallacy didefinisikan secara akademis sebagai kerancuan pikir yang diakibatkan oleh ketidakdisiplinan pelaku nalar dalam menyusun data dan konsep, secara sengaja maupun tidak sengaja. Ia juga bisa diterjemahkan dalam bahasa sederhana dengan ‘ngawur’.

Ada dua pelaku fallacy, yaitu Sofisme dan Paralogisme


Sofisme adalah sesat pikir yang sengaja dilakukan untuk menyesatkan orang lain, padahal si pemuka pendapat sendiri tidak sesat.

Selasa, 20 Juli 2010

Teknik Negosiasi

Sebenarnya negosiasi sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Negosiasi dapat diartikan sebagai proses tawar-menawar untuk meloloskan keinginan kita untuk mencapai kesepakatan. Dari pengertian itu bisa dilihat ada beberapa komponen yaitu :

* ada 2 pihak yang melakukan negosiasi, apakah itu perorangan, tim, atau mewakili lembaganya.
* terjadi proses tawar menawar
* tujuan




image : http://imagebase.davidniblack.com/


Beberapa contoh sederhana negosiasi antara lain :